BAB II
PEMBAHASAN
A. Penulisan Garis Besar
Program Media (GBPM)
GBPM merupakan
petunjuk yang dijadikan pedoman oleh para penulis naskah di dalam
penulisan naskah program media. GBPM dibuat dengan mengacu pada
analisis kebutuhan, tujuan, dan materi. Untuk program media, GBPM disusun
setelah dilakukan telaah topik yang akan dibuat programnya. Kegiatan telaah
topik ini perlu dilakukan, karena tidak semua topik yang ada dalam GBPP
cocok untuk dibuat media tertentu misalnya video atau radio. Misalnya
topik-topik yang berisi materi pembelajaran yang bertujuan untuk
mengembangkan kemampuan psikomotorik yang memerlukan penjelasan
visual. Topik-topik yang menampilkan kemampuan psikomotorik lebih cocok
diproduksi untuk media video atau media cetak atau tatap muka di
kelas. Misalnya, rumus-rumus yang sulit yang menghendaki waktu lama untuk
penjelasannya bila ditampilkan di layar TV. Rumus ini akan lebih jelas kalau
disajikan di depan kelas. Untuk program radio, materi yang cocok
adalah materi pembelajaran yang memerlukan dukungan khayal visual
yang sulit disajikan di depan kelas. Misalnya program-program apresiasi atau
program pengayaan yang sifatnya kognitif. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh
dari sajian media ini antara lain adalah :
· Terjadinya
persamaan persepsi.
· Effisien
: tidak memerlukan penjelasan yang panjang.
· Effektif:
sampai ke sasaran
· Motivatif
dan rekreatif.
Berdasarkan hasil
telaah yang dilakukan, topik-topik yang sudah teridentifikasi dimasukkan ke
dalam topik-topik GBPM berikut TPU (Tujuan Pembelajaran Umum) dan
TPK (Tujuan Pembelajaran Khususnya). Telaah topik ini akan sangat membantu
dalam tahap-tahap selanjutnya, misalnya dalam hal komplikasi produksinya,
apakah program yang dimaksud memerlukan bantuan dokumentasi (rekaman
audio yang direkam untuk bahan dokumentasi yang penting, misalnya pidato
presiden) atau cukup dilakukan liputan secara live? Hal-hal yang demikian
tentunya akan berpengaruh pula dalam
penyusunan budget produksi, karena pelaksanaan perekaman di satu tempat
dan perekaman di tempat yang berpindah-pindah akan membawa
konsekuensi biaya, demikian pula lama (durasi) program yang berimbas
pada penggunaan bahan baku, editing, illustrasi musik dan lain-lain.
Untuk penyusunan
program Radio/Audio Instruksional, disamping sebagai acuan materi GBPM juga
bermanfaat untuk menentukan jumlah topik dan sub topik yang saling
berhubungan dalam program audio/radio tersebut. GBPM dapat juga digunakan untuk
memprediksi (antisipasi) durasi program.
Contoh: Garis-garis ProgramMedia (GBPM)
|
No
|
Topik
|
Tujuan Umum
|
Tujuan Khusus
|
Pokok-pokok Materi
|
Keterangan
|
|
1
|
Pelaksanaan Sholat
|
-Siswa memahami cara-cara pelaksanaan sholat
|
1. -Siswa dpt
mengidentifikasi rukun-rukun sholat
2. -Siswa dpt melafalkan
bacaan sholat
3. -Siswa dpt mempraktekan
gerakan tubuh dlm sholat
|
1. -Rukun sholat
Ba-bacaan sholat
3. -Gerakan tubuh dalam sholat
|
1. -Sumber: Buku Fiqih sholat
2. -Alat: perlengkapan sholat
|
1.
Penulisan Naskah Media
Naskah media adalah bentuk penyajian materi pembelajaran
melalui media rancangan yang merupakan penjabaran dari pokok-pokok materi
yang telah disusun secara baik seperti yang telah dijelaskan di atas. Supaya
materi pembelajaran itu dapat disampaikan melalui media, maka materi tersebut
perlu dituangkan dalam tulisan atau gambar yang kita sebut naskah program
media. Naskah program media maksudnya adalah sebagai penuntun kita dalam
memproduksi media. Artinya menjadi penuntut kita dalam mengambil gambar dan merekam
suara. Karena naskah ini berisi urutan gambar dan grafis yang perlu diambil
oleh kamera atau bunyi dan suara yang harus direkam.
Gambar: Flowchart Pembuatan Rancangan Isi Media
|
ANALISIS KEBUTUHAN
|
|
ANALISIS SISWA
|
|
ANALISIS SUMBER
|
|
TOPIK
|
Tahapan dalam pembuatan atau penulisan naskah adalah berawal
dari adanya ide dan gagasan yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran,selanjutnya
pengumpulan data dan informasi, penulisan sinopsis dan treatment, penulisan
naskah, pengkajian naskah atau revisi naskah, revisi naskah sampai naskah siap
diproduksi.
Ada beberapa macam bentuk naskah program media, namun pada
prinsipnya mempunyai maksud yang sama, yaitu sebagai penuntun dan usaha
memproduksi media pembelajaran. Naskah program media terdiri dari urutan
gambar, caption atau grafis yang perlu diambil dengan alat kamera dan suara
atau bunyi yang diambil dengan alat perekam suara. Lembaran naskah tersebut
dibagi menjadi dua kolom, di sebelah kiri terdiri dari gambar, caption atau
grafis. Sedangkan di sebelah kanan berisi narasi atau percakapan yang dibaca
narator atau pelaku, dan suara lain yang diperlukan.
|
Petunjuk praktis untuk menulis naskah narasi:
|
ISTILAH-ISTILAH PENTING DALAM NASKAH MEDIA
|
SIMBOL
|
PENJELASAN
|
|
ANNOUNCER
(ANN)
|
Pihak
yang member informasi tentang suatu acara akan disampaikan. dapat juga
dikatakan bahwa Announcer berfungsi untuk membuka sebuah program audio
|
|
NARRATOR
|
Fungsinya
hampir sama dengan fungsi Announcer, namun kalau narator menginformasikan
sajian materi. jadi narator sudah berada dalam program. apa yang disampaikan
oleh narator sudah menjadi bagian dari isi program audio
|
|
MUSIK
|
Music
perlu dituliskan dalam naskah, yang menunjukkan bahwa pada adegan tersebut
perlu disisipkan music yang sesuai
|
|
SOUND
EFFECT (FX)
|
Adalah
suara-suara yang terdapat dalam program audio untuk mendukung terciptanya
suasana atau situasi tertentu. Sound Effect dapat berupa suara alamiah, atau
sengaja dibuat dengan manipulasi tertentu. seperti suara binatang, suara
letusan, dan sebagainya
|
|
FADE IN
DAN FADE OUT
|
Adalah
simbol yang artinya bahwa pada adegan tersebut music masuk secara perlahan (Fade
IN) dan jika music sedang berjalan maka hilangnya pun secara perlahan (fade
out)
|
|
OFF MIKE
|
Situasi
dimana suara yang ditimbulkan seolah-olah dari kejauhan. untuk menimbulkan
efek ini sumber suara harus menjauhi mike
|
|
IN-UP-DOWN-UNDER-OUT
|
Simbol
ini menjelaskan bahwa music masuk secara perlahan (IN), kemudian naik (UP)
setelah music naik secara optimal maka diperlukan untuk kembali turun secara
cepat (DOWN), kemudian music perlahan rendah dan terus bertahan rendah selama
bebefrapa menit (UNDER) sampai akhirnya music perlahan hilang (OUT)
|
|
LONG SHOT
(LS)
|
Pengambilan
yang memperlihatkan latar secara keseluruhan dalam segala dimensibdan
pernbandingannya
|
|
MEDIUM
SHOT (MS)
|
Pengambilan
gambar yang memperlihatkan pokok sasarannya secara lebih dekat dengan
mengesampingkan latar belakang maupun detail yang kurang perlu
|
|
CLOSE-UP
(CU)
|
Pengambilan
gambar yang memfokuskan pada subjeknya atau bagian tertentu. lainnya
dikesampingkan supaya perhatian tertuju kea rah itu
|
Contoh
Membuat Naskah Media Grafis
Media grafis (seperti gambar, poster, grafik, diagram,
karikatur, komik) adalah media yang dihasilkan dengan cara dicetak melalui
teknik manual atau dibuat dengan cara menggambarkan atau melukis, teknik
printing, sablon, atau offset, sehingga media ini disebut juga sebagai printed
material atau bahan-bahan yang tercetak.
Prosedur
umum dalam merancang media grafis dapat dilakukan dengan mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi program, dalam hal
ini tentukanlah: Nama mata pelajaran, pokok bahasan, dan sub pokok bahasan,
tujuan pembelajaran, atau kompetensi yang diharapkan, dan sasaran (siswa yang
akan menggunajan: kelas, semester).
2. Mengkaji literature, dalam membuat
media cetak ini guru selanjutnya menentukan isi materi yang akan disajikan pada
kedua media tersebut. Perlu diketahui bahwa menentukan isi yang akan disajikan
pada media cetak dann media presentasi bukan memindahkan semua isi dalam buku
teks, namun perlu dikemas sedemikian
rupa sehingga materi dapat divisualisasikan lebih tepat, merangkum materi yang
disampaikan, jelas dan menarik minat dan perhatian siswa.
3. Membuat naskah. Naskah untuk media grafis
berisi sketsa visual yang akan ditampilkan berisi objek gambar, grafik,
diagram, objek foto dan isi pesan visual dalam bentuk teks. Naskah untuk media
presentasi berupa storyboard dengan format double kolom berisi kolom visual
yang diisi dengan semua tampilan dan bentuk visual dan kolom audio.
4. Kegiatan Produksi. Media cetak dapat dibuat
secara manual atau menggunakan computer. Cara manual berarti diperlukan
keterampilan khusus untuk menggambar, melukis atau membuat dekorasi objek
grafis. Bahan-bahan yang diperlukan seperti kanvas/kertas, cat air, kuas, minyak,
spon, berbagai bentuk hahan, dan lain-lain. Cara kedua menggunakan computer
grafis menggunakan software aplikasi penggunaan gambar dan dicetak dengan
printer warna.
Contoh:
STORY BOARD MANASIK HAJI
|
NO
|
VISUAL
|
AUDIO
|
|
1.
|
GRAFIS
|
INSTRUMENTALIA
|
|
2.
|
CAPTION
|
Narrator:
Haji menurut bahasa artinya: maksud.
Menurut
istilah artinya: bermaksud berkunjung ke Masjidil Haram (ka’bah) untuk tujuan
tertentu
|
|
3
|
Life/LS
|
INSTRUMENTALIA
|
|
4
|
Narrator:
Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam
Ibadah Haji. Jika tidak dikerjakan maka Hajinya tidak syah. Rukun haji ada 5,
yaitu: niat, ihram, wukuf di Arafah, thawaf, dan Sa’i antara shafa dan
marwah.
|
|
|
5
|
Grafis
|
Narrator:
Ihram ialah permulaan melakukan manasik haji atau umrah.
Ihram ada 3 macam:
1-Ihram Ifrad, yaitu ihram untuk
haji saja. Setelah selesai, kemudian ihram lagi untuk umrah
2-Ihram Tamattu’, yaitu ihram dari
batas daerah tertentu (sesuai dengan daerah masing-masing) kemudian ihram
lagi untuk haji di Makkah
3-Ihram Qiran, yaitu ihram untuk
haji dan umrah bersama-sama
|
|
6
|
Grafis
|
Narrator:
Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling
besar. Dalam wukuf tampak persamaan yang merata antara sesame manusia, semua
yang ada menjadi satu dalam persamaan. Waktu wukuf dimulai sejak
tergelincirnya matahari pada hari Arafah (tanggal 9 dzulhijjah) sampai terbit
fajar
|
|
7
|
Grafis
|
Narrator:
Tawaf Ifadah Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali,
dilakukan setelah melontar jumroh Aqabah pada tgl 10 Zulhijah
|
|
8
|
Grafis
|
Narrator:
Sa'i Berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit
Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah Tawaf Ifadah
|
|
9
|
Wajib
haji ada 3, yaitu:
1. Ihram dari miqat
2. Melempar jumrah 3 kali
3.Tahallul (mencukur rambut kepala)
|
|
|
10
|
Lontar Jamrah
Melontar dengan batu kerikil yang mengenai marma
(jamrah ula, wusha dan Aqabah) dan batu kerikil masuk kedalam lubang marma
pada hari nahr dan hari tasyrik.
|
|
|
11
|
Tahallul:
Bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa'i
|
|
|
12
|
Tertib:
Mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada
yang tertinggal.
|
2.
Mengadakan Tes atau Uji Coba dan
Revisi
Tes adalah kegiatan untuk menguji atau mengetahui tingkat
efektifitas dan kesesuaian media yang dirancang dengan tujuan yang diharapkan
dari program tersebut. Sesuatu program media yang oleh pembuatnya dianggap
telah baik, tetapi bila program itu tidak menarik, atau sukar dipahami atau
tidak merangsang proses belajar bagi siswa yang ditujunya, maka program semacam
ini tentu saja tidak dikatakan baik.
Tes atau uji coba tersebut dapat dilakukan baik melalui
perseorangan atau melalui kelompok kecil atau juga melalui tes lapangan, yaitu
dalam proses pembelajaran yang sesungguhnya dengan menggunakan media yang
dikembangkan. Sedangkan revisi adalah kegiatan untuk memperbaiki hal-hal yang
dianggap perlu mendapatkan perbaikan atas hasil dari tes.
Jika semua langkah-langkah tersebut telah dilakukan dan
telah dianggap tidak ada lagi yang perlu direvisi, maka langkah selanjutnya
adalah media tersebut siap untuk diproduksi. akan tetapi bisa saja terjadi
setelah dilakukan produksi ternyata setalah disebarkan atau disajikan ada
beberapa kekurangan dari aspek materi atau kualitas sajian medianya (gambar
atau suara) maka dalam kasus seperti ini dapat pula dilakukan perbaikan
(revisi) terhadap aspek yang dianggap kurang. Hal ini dilakukan untuk
mendapatkan kesempurnaan dari media yang dibuat, sehingga para penggunanya akan
mudah menerima pesan-pesan yang disampaikan melalui media tersebut. Prosedur
tes/uji coba ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam bab yang menjelaskan
tentang evaluasi media.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
GBPM dibuat dengan mengacu pada analisis
kebutuhan, tujuan, dan materi. Untuk program media, GBPM
disusun setelah dilakukan telaah topik yang akan dibuat programnya. Kegiatan
telaah topik ini perlu dilakukan, karena tidak semua topik yang ada dalam
GBPP cocok untuk dibuat media tertentu misalnya video atau
radio. Misalnya topik-topik yang berisi materi pembelajaran yang
bertujuan untuk mengembangkan kemampuan psikomotorik yang memerlukan
penjelasan visual. Topik-topik yang menampilkan kemampuan psikomotorik lebih
cocok diproduksi untuk media video atau media cetak atau tatap muka di kelas. Naskah media adalah bentuk penyajian
materi pembelajaran melalui media rancangan yang merupakan penjabaran
dari pokok-pokok materi yang telah disusun secara baik seperti yang telah
dijelaskan di atas.
B. Saran
Kekurangan dalam makalah ini jelas masih ada, oleh sebab itu dengan
hati yang tulus dan lapang dada, penulis memohon masukan untuk lebih
menyempurnakan makalah ini dimasa yang akan datang. Mudah-mudahan makalah ini
memberi manfaat bagi siapa saja yang membaca.
C.
DAFTAR PUSTAKA
badarudin.,Hakikat Perencanaan Pembelajaran, PGSD FKIP UM Purwokerto
design media pembelajran etunas software
development
Harjanto,Perencanaan Pengajaran,Jakarta: PT. Rineka Cipta,1997
boleh di emailkan ke email saya bu...untuk di pelajari
BalasHapus